Ketika awan mulai gelap. Ketika awan mengandung banyak uap. Itulah detik-detik datangnya rahmat (dari Allah). Datangnya dalam bentuk tetesan dan datangnya sangat menenangkan. Andai hujan datangnya itu seperti air yang langsung (semuanya), bagai orang yang membuang air dari gayung, maka mungkin saja setiap ada hujan, ada satu rumah yang roboh dari atas (karena) tidak kuat menahannya. Maka tidak ada gunanya orang membuat atap. Itulah nikmat dari Tuhanku dan Tuhanmu.Maka bersyukurlah
Lalu dari hujan itu, Allah menumbuhkan benih-benih yang kita tanam. Dimana ketika kita menanam benih-benih itu, kita sangat berharap benih itu akan tumbuh sangat cepat, lalu berbuah lebat, lalu kita menikmatinya,, dan berkata “buah ini sangat lezat”.. Itulah nikmat dari Tuhanku dan Tuhanmu. Maka bersyukurlah adalah tindakan yang tepat.
Lalu dari hujan itu anak-anak, istri, atau suami , atau teman kita terhalang keluar dari rumah.. Maka setelah itu kita dapat berkumpul, bercengkrama sangat ramah. Menghilangkan setiap amarah, dan tertawa menikmati ranah-ranah kehidupan yang pernah dilalui. Itulah nikmat dari Tuhanku dan Tuhanmu. Maka bersyukurlah kepada Dzat Yang MAHA PEMURAH
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
“
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).
Lalu setelah hujan itu selesai turun, Allah membuatkan panorama pelangi. Maka anak-anak kecil menganggap hal itu sangat indah. Lalu berteriak"Ayah, ayah, pelangi"

EmoticonEmoticon